PENGGUNAAN BAHAN KIMIA
Bahan Kimia banyak digunakan dalam lingkungan kerja :
1. INDUSTRI KIMIA
Mengolah & menghasilkan Bahan Kimia. Bahan Kimia : Jenisnya sedikit, Jumlahnya banyak.
Ex. Industri Petrokimia
2. INDUSTRI PENGGUNA BAHAN KIMIA
Mempergunakan bahan kimia sebagai bahan pembantu proses.Bahan Kimia : Jenisnya sedikit, jumlahnya sedang. Ex. Industri Tekstil, Kertas, Kulit, Logam, PLTA, PLTU.
3. LABORATORIUM
Tempat kegiatan Uji Mutu, Penelitian. Bahan Kimia : Jenisnya banyak, Jumlahnya sedikit.
Ex. Lembaga Penelitian, Perguruan Tinggi, Rumah Sakit, Industri.
JENIS BAHAN KIMIA : ± 600.000 JenisPenemuan Bahan Kimia Baru 1000 - 1200 Jenis /Tahun
Diketahui Sifat-sifat & Bahannya : 1500 - 2000 Jenis
Didalam Industri, bekerja dengan bahan kimia mengandung Resiko Bahaya pada : TRANSPORTASI, PENYIMPANAN, PROSES, DISTRIBUSI, PENGGUNAAN, PEMBUANGAN.
Resiko Bahaya yang diakibatkan KEBAKARAN, PELEDAKAN, KERACUNAN dan IRITASI
JENIS BAHAN KIMIA : ± 600.000 JenisPenemuan Bahan Kimia Baru 1000 - 1200 Jenis /Tahun
Diketahui Sifat-sifat & Bahannya : 1500 - 2000 Jenis
Didalam Industri, bekerja dengan bahan kimia mengandung Resiko Bahaya pada : TRANSPORTASI, PENYIMPANAN, PROSES, DISTRIBUSI, PENGGUNAAN, PEMBUANGAN.
Resiko Bahaya yang diakibatkan KEBAKARAN, PELEDAKAN, KERACUNAN dan IRITASI
Kebakaran
Adanya Bahan-bahan kimia yang mudah terbakar seperti pelarut organik, bahan bakar atau gas-gas yang kontak dengan sumber panas misalnya Api Terbuka, Logam Panas, Bara Api, Loncatan Listrik dan adanya O2. Kebakaran dapat pula menimbulkan terurainya bahan lain yang mungkin menimbulkan zat beracun atau ledakan dahsyat.
Adanya Bahan-bahan kimia yang mudah terbakar seperti pelarut organik, bahan bakar atau gas-gas yang kontak dengan sumber panas misalnya Api Terbuka, Logam Panas, Bara Api, Loncatan Listrik dan adanya O2. Kebakaran dapat pula menimbulkan terurainya bahan lain yang mungkin menimbulkan zat beracun atau ledakan dahsyat.
Peledakan
Adanya reaksi yang sangat cepat dan menghasilkan gas-gas dalam jumlah besar. Reaksi Bahan Peledak / Gas-gas yang mudah terbakar atau reaksi dari Peroksida Organik, Gas Cair bertekanan tinggi yang tak terkendali (1 gmol = 22,4 liter)
Adanya reaksi yang sangat cepat dan menghasilkan gas-gas dalam jumlah besar. Reaksi Bahan Peledak / Gas-gas yang mudah terbakar atau reaksi dari Peroksida Organik, Gas Cair bertekanan tinggi yang tak terkendali (1 gmol = 22,4 liter)
Keracunan
Masuknya Bahan Kimia Beracun kedalam tubuh yang berakibat :
1. Akut
Absorpsi bahan kimia dalam jumlah besar dan waktu yang pendek. Keracunan gas CO, HCN (Cyanida).
2. Kronis
Absorpsi dalam jumlah sedikit tetapi waktu yang lama sehingga akibatnya baru dirasakan beberapa tahun kemudian. Leukemia akibat Uap Benzena, Pb Asbestosis akibat debu Asbes
3. Iritasi
Kerusakan /Peradangan / Sensitasi permukaan tubuh yang lembab, seperti kulit, mata saluran pernafasan.
Bahan kimia korosif seperti Asam Tri Chlorasetat, Gas Chlorine, Gas SO2, Brom, H2SO4, HCl, dll
KLASIFIKASI BAHAN KIMIA BERBAHAYA
1. TOXIC
Bahan Kimia Beracun, Bahan Kimia menyebabkan bahaya terhadap kesehatan bahkan kematian bila masuk kedalam tubuh.
2. CORROSIVE
Bahan Kimia Korosif, Bahan Kimia yang karena reaksi kimia mengakibatkan iritasi bila kontak dengan jaringan hidup atau bahan lain.
3. FLAMMABLE
Bahan Mudah Terbakar, Bahan mudah bereaksi dengan O2 & menimbulkan kebakaran, cepat dan menimbulkan ledakan.
4. EXPLOSIVE
4. EXPLOSIVE
Bahan Mudah Meledak, Bahan padat / cairan / campuran karena reaksi kimia menghasilkan gas dalam jumlah besar dan tekanan serta suhu tinggi, sehingga menimbulkan ledakan dan kerusakan
5. OXIDATOR AGENT
5. OXIDATOR AGENT
Bahan Kimia Oksidator, Bahan yang dapat menghasilkan O2 meskipun bahan tersebut tidak mudah terbakar.
6. WATER SENSITIVE SUBSTANCES
Bahan Reaktif Terhadap Air, Bahan yang mudah bereaksi dengan air mengeluarkan Panas & Gas yang mudah terbakar.
7. ACID SENSITIVE SUBSTANCES
Bahan Reaktif Terhadap Asam, Bahan mudah bereaksi dengan asam menghasilkan panas & gas yang mudah terbakar / beracun / korosif.
8. COMPRESSED GASES–GAS BERTEKANAN
Gas yang disimpan dalam tekanan tinggi.
9. RADIOACTIVE
Bahan Radioaktif, Bahan yang mampu memancarkan sinar radio aktif dengan Aktifitas Jenis > 0,002 micro currie/gram
1. BAHAN KIMIA BERACUN
1. BAHAN KIMIA BERACUN
Bahan dalam jumlah kecil dapat menimbulkan keracunan pada manusia / mahluk hidup lain. Umumnya masuk melalui pernafasan kemudian bersama darah beredar keseluruh tubuh / menuju organ tertentu.Gangguan organ tubuh Langsung Akumulasi / MenumpukHasil penelitian tahun 2001 kandungan Pb sebesar 24 mgram/dm3 dalam darah. Penelitian terhadap 400 anak SD kelas II - IV di Jakarta.
Sumber : MenLH Bid. Pengendalian Dampak Lingkungan Sumber Institusi
2. BAHAN KIMIA KOROSIF
Sumber : MenLH Bid. Pengendalian Dampak Lingkungan Sumber Institusi
2. BAHAN KIMIA KOROSIF
Bahan yang dapat bereaksi dengan jaringan tubuh seperti kulit, mata, saluran pernafasan. Menimbulkan luka, peradangan, iritasi, gatal-gatal
PADAT
Bahaya bila kontak kulit/mata
NaOH, Na2 x SiO2, KOH, Ca(OH) 2
CCL3COOH (Asam Trichlor Asetat)
C6H5OH (Phenol)CAIR
Bahaya bila kontak kulit/mata protein akan larut (Denaturisasi)
Bahaya bila kontak kulit/mata protein akan larut (Denaturisasi)
H2SO4, HNO3, HCl CH2O2 (Asam formiat) ; CH3COOH (Asam Asetat)
CS2 , CCl4, CHCl3, dll
GAS / UAP
Bahaya pada saluran pernapasan.
Bahaya pada saluran pernapasan.
Paling berbahaya : GAS / UAP
Tergantung sifat kelarutan dalam air
GAS / UAP AMAT LARUT DALAM AIR
Merusak saluran pernapasan Bagian atas
NH3, HCl, C3H6O3 (Formaldehida), CH3COOH (Asam asetat), HF
GAS / UAP KOROSIF DENGAN KELARUTAN SEDANG
Merusak saluran pernafasan bagian atas & dalam SO2, CL2 , Br2
GAS / UAP KOROSIF DENGAN KELARUTAN KECIL
Merusak Saluran Pernapasan Bagian Dalam Ozone, Phosgene COCl2, NOx3.
3. BAHAN KIMIA MUDAH TERBAKAR
PADAT: Belerang, Phospor, Rayon, Kapas, Debu Gandum, Debu Besi.
CAIR : Eter, Alkohol, Aseton, Benzena, Pelarut Organik
GAS : Gas Alam, Hidrogen, Acetylene, Ethyl Oxide
Tingkat Bahaya :
GAS >> CAIR >> PADAT
BUBUK HALUS PADAT >> CAIR >> PADAT
Pelarut Organik Dibeberapa Industri :
Industri Cat : Eter, Alkohol, Aseton dll.
Industri Kertas : CS2
Industri Alkohol : CH3OH, C2H5OH
Pengolahan Minyak : Bensin, Benzena,
ToluenIndustri Obat : Aseton, Eter, Alkohol
Laboratorium : Semua Ada
4. BAHAN KIMIA EKSPLOSIF
Sengaja dibuat untuk Peledakan dan amat peka terhadap panas dan pengaruh mekanis / gesekan dan tumbuhan :
Trinitrotoluene (TNT), Nitrogliserin, Amonium Nitrat NH4NO3
Bahan yang tidak stabil / reaktif & mudah meledak :
Senyawa Diazo : Azo Peroksida
Senyawa Nitro : Nitro Azida
Debu Eksplosif :
Debu Carbon, Debu Magnesium
Campuran Eksplosif.
Campuran antara bahan Reduktor & Oksidator dalam tempat penyimpanan.
Oksidator : KClO3, NaNO3, HNO3, KMn04, CrO3
Reduktor : C, S, C2H5OH, Glisetol, Hidrazin, N2H2.
Industri Penghasil & Pengguna B.K. Eksplosif
Peledak : NH4NO3, TNT
Gas : Acetylene, H2, O2
Mercon : NaNO3, KClO3, C
Korek Api : S, KClO3
Cat : Azo, Diazo
5. BAHAN KIMIA OKSIDATOR
Menghasilkan O2 karena Reaksi atau Penguraian bahan yang tidak stabil sehingga sangat reaktif dan menimbulkan ledakan/ kebakaran.
Reaksi :
Oksidator Produk + O2
Reduktor + O2 Produk + Q
Anorganik : Permanganat MnO4-
Perchlorat ClO3 -
Bichromat Cr2O7=
Hidrogen Peroksida H2O2
Hidrogen Peroksida H2O2
Periodat IO3 -
Persulfat S2O8 -
Organik : Benzil Peroksida
Asetil Peroksida
Eter Oksida
Asam Parasetat
6. REAKTIF TERHADAP AIR
6. REAKTIF TERHADAP AIR
Bereaksi hebat dengan air secara Eksotermik mengeluarkan panas yang besar serta gas yang mudah terbakar / meledak.
Reaksi :
Bahan + Air Produk + H2 + Q
Na, K, Ca
Aluminium Tri Bromida
Sulfur Chlorida
Na + H2O NaOH + ½ H2 + Q
7. REAKTIF DENGAN ASAM
Bereaksi dengan asam secara hebat & eksotermis menghasilkan panas dan gas yang mudah terbakar / meledak.
KCIO4 + H+ K+
KMnO4 + H+ K+
8. GAS BERTEKANAN
Bahaya karena Tekanan Tinggi dan Sifat
Gas : Racun, Korosif, Mudah Terbakar
Acetylene = Mudah Terbakar
Amonia = Beracun
Nitrogen = Aspiksian
Hidrogen = Aspiksian, Mudah Terbakar
Chlor = Beracun, Korosif
Ethylene Oxide = Beracun, Mudah Terbakar
Vinil Chlorida = Beracun, Mudah Terbakar
9. RADIOAKTIF
Memancarkan Sinar Radioaktif Alfa & Gamma yang dapat mempengaruhi Genetik.
Uranium Isotop
Cobalt Strontium
Sinar X Sinar Alfa, Gamma, Beta