'Minal Aidin Wal Faizin' 1433 H. Semoga di hari yang Fitri ini kita dijadikan sebagaiInsan yang Bertaqwa......

Rabu, 04 Februari 2009

PENGGUNAAN BAHAN KIMIA


PENGGUNAAN BAHAN KIMIA

Bahan Kimia banyak digunakan dalam lingkungan kerja :

1. INDUSTRI KIMIA
Mengolah & menghasilkan Bahan Kimia. Bahan Kimia : Jenisnya sedikit, Jumlahnya banyak.
Ex. Industri Petrokimia

2. INDUSTRI PENGGUNA BAHAN KIMIA
Mempergunakan bahan kimia sebagai bahan pembantu proses.Bahan Kimia : Jenisnya sedikit, jumlahnya sedang. Ex. Industri Tekstil, Kertas, Kulit, Logam, PLTA, PLTU.
3. LABORATORIUM
Tempat kegiatan Uji Mutu, Penelitian. Bahan Kimia : Jenisnya banyak, Jumlahnya sedikit.

Ex. Lembaga Penelitian, Perguruan Tinggi, Rumah Sakit, Industri.
JENIS BAHAN KIMIA : ± 600.000 JenisPenemuan Bahan Kimia Baru 1000 - 1200 Jenis /Tahun

Diketahui Sifat-sifat & Bahannya : 1500 - 2000 Jenis
Didalam Industri, bekerja dengan bahan kimia mengandung Resiko Bahaya pada : TRANSPORTASI, PENYIMPANAN, PROSES, DISTRIBUSI, PENGGUNAAN, PEMBUANGAN.
Resiko Bahaya yang diakibatkan KEBAKARAN, PELEDAKAN, KERACUNAN dan IRITASI

Kebakaran
Adanya Bahan-bahan kimia yang mudah terbakar seperti pelarut organik, bahan bakar atau gas-gas yang kontak dengan sumber panas misalnya Api Terbuka, Logam Panas, Bara Api, Loncatan Listrik dan adanya O2. Kebakaran dapat pula menimbulkan terurainya bahan lain yang mungkin menimbulkan zat beracun atau ledakan dahsyat.

Peledakan
Adanya reaksi yang sangat cepat dan menghasilkan gas-gas dalam jumlah besar. Reaksi Bahan Peledak / Gas-gas yang mudah terbakar atau reaksi dari Peroksida Organik, Gas Cair bertekanan tinggi yang tak terkendali (1 gmol = 22,4 liter)


Keracunan
Masuknya Bahan Kimia Beracun kedalam tubuh yang berakibat :
1. Akut
Absorpsi bahan kimia dalam jumlah besar dan waktu yang pendek. Keracunan gas CO, HCN (Cyanida).
2. Kronis
Absorpsi dalam jumlah sedikit tetapi waktu yang lama sehingga akibatnya baru dirasakan beberapa tahun kemudian. Leukemia akibat Uap Benzena, Pb Asbestosis akibat debu Asbes
3. Iritasi
Kerusakan /Peradangan / Sensitasi permukaan tubuh yang lembab, seperti kulit, mata saluran pernafasan.
Bahan kimia korosif seperti Asam Tri Chlorasetat, Gas Chlorine, Gas SO2, Brom, H2SO4, HCl, dll

KLASIFIKASI BAHAN KIMIA BERBAHAYA

1. TOXIC

Bahan Kimia Beracun, Bahan Kimia menyebabkan bahaya terhadap kesehatan bahkan kematian bila masuk kedalam tubuh.

2. CORROSIVE

Bahan Kimia Korosif, Bahan Kimia yang karena reaksi kimia mengakibatkan iritasi bila kontak dengan jaringan hidup atau bahan lain.

3. FLAMMABLE

Bahan Mudah Terbakar, Bahan mudah bereaksi dengan O2 & menimbulkan kebakaran, cepat dan menimbulkan ledakan.
4. EXPLOSIVE

Bahan Mudah Meledak, Bahan padat / cairan / campuran karena reaksi kimia menghasilkan gas dalam jumlah besar dan tekanan serta suhu tinggi, sehingga menimbulkan ledakan dan kerusakan
5. OXIDATOR AGENT

Bahan Kimia Oksidator, Bahan yang dapat menghasilkan O2 meskipun bahan tersebut tidak mudah terbakar.

6. WATER SENSITIVE SUBSTANCES

Bahan Reaktif Terhadap Air, Bahan yang mudah bereaksi dengan air mengeluarkan Panas & Gas yang mudah terbakar.

7. ACID SENSITIVE SUBSTANCES

Bahan Reaktif Terhadap Asam, Bahan mudah bereaksi dengan asam menghasilkan panas & gas yang mudah terbakar / beracun / korosif.

8. COMPRESSED GASES–GAS BERTEKANAN

Gas yang disimpan dalam tekanan tinggi.

9. RADIOACTIVE

Bahan Radioaktif, Bahan yang mampu memancarkan sinar radio aktif dengan Aktifitas Jenis > 0,002 micro currie/gram

1. BAHAN KIMIA BERACUN

Bahan dalam jumlah kecil dapat menimbulkan keracunan pada manusia / mahluk hidup lain. Umumnya masuk melalui pernafasan kemudian bersama darah beredar keseluruh tubuh / menuju organ tertentu.Gangguan organ tubuh Langsung Akumulasi / MenumpukHasil penelitian tahun 2001 kandungan Pb sebesar 24 mgram/dm3 dalam darah. Penelitian terhadap 400 anak SD kelas II - IV di Jakarta.
Sumber : MenLH Bid. Pengendalian Dampak Lingkungan Sumber Institusi

2. BAHAN KIMIA KOROSIF

Bahan yang dapat bereaksi dengan jaringan tubuh seperti kulit, mata, saluran pernafasan. Menimbulkan luka, peradangan, iritasi, gatal-gatal


PADAT

Bahaya bila kontak kulit/mata

NaOH, Na2 x SiO2, KOH, Ca(OH) 2

CCL3COOH (Asam Trichlor Asetat)

C6H5OH (Phenol)CAIR
Bahaya bila kontak kulit/mata protein akan larut (Denaturisasi)

H2SO4, HNO3, HCl CH2O2 (Asam formiat) ; CH3COOH (Asam Asetat)

CS2 , CCl4, CHCl3, dll


GAS / UAP
Bahaya pada saluran pernapasan.

Paling berbahaya : GAS / UAP

Tergantung sifat kelarutan dalam air


GAS / UAP AMAT LARUT DALAM AIR

Merusak saluran pernapasan Bagian atas

NH3, HCl, C3H6O3 (Formaldehida), CH3COOH (Asam asetat), HF


GAS / UAP KOROSIF DENGAN KELARUTAN SEDANG

Merusak saluran pernafasan bagian atas & dalam SO2, CL2 , Br2


GAS / UAP KOROSIF DENGAN KELARUTAN KECIL

Merusak Saluran Pernapasan Bagian Dalam Ozone, Phosgene COCl2, NOx3.


3. BAHAN KIMIA MUDAH TERBAKAR

PADAT: Belerang, Phospor, Rayon, Kapas, Debu Gandum, Debu Besi.

CAIR : Eter, Alkohol, Aseton, Benzena, Pelarut Organik

GAS : Gas Alam, Hidrogen, Acetylene, Ethyl Oxide

Tingkat Bahaya :

GAS >> CAIR >> PADAT

BUBUK HALUS PADAT >> CAIR >> PADAT


Pelarut Organik Dibeberapa Industri :

Industri Cat : Eter, Alkohol, Aseton dll.

Industri Kertas : CS2

Industri Alkohol : CH3OH, C2H5OH

Pengolahan Minyak : Bensin, Benzena,

ToluenIndustri Obat : Aseton, Eter, Alkohol

Laboratorium : Semua Ada


4. BAHAN KIMIA EKSPLOSIF

Sengaja dibuat untuk Peledakan dan amat peka terhadap panas dan pengaruh mekanis / gesekan dan tumbuhan :

Trinitrotoluene (TNT), Nitrogliserin, Amonium Nitrat NH4NO3


Bahan yang tidak stabil / reaktif & mudah meledak :

Senyawa Diazo : Azo Peroksida

Senyawa Nitro : Nitro Azida

Debu Eksplosif :

Debu Carbon, Debu Magnesium

Campuran Eksplosif.

Campuran antara bahan Reduktor & Oksidator dalam tempat penyimpanan.


Oksidator : KClO3, NaNO3, HNO3, KMn04, CrO3

Reduktor : C, S, C2H5OH, Glisetol, Hidrazin, N2H2.

Industri Penghasil & Pengguna B.K. Eksplosif

Peledak : NH4NO3, TNT

Gas : Acetylene, H2, O2

Mercon : NaNO3, KClO3, C

Korek Api : S, KClO3

Cat : Azo, Diazo

5. BAHAN KIMIA OKSIDATOR

Menghasilkan O2 karena Reaksi atau Penguraian bahan yang tidak stabil sehingga sangat reaktif dan menimbulkan ledakan/ kebakaran.


Reaksi :

Oksidator Produk + O2

Reduktor + O2 Produk + Q

Anorganik : Permanganat MnO4-

Perchlorat ClO3 -

Bichromat Cr2O7=
Hidrogen Peroksida H2O2

Periodat IO3 -

Persulfat S2O8 -

Organik : Benzil Peroksida

Asetil Peroksida

Eter Oksida

Asam Parasetat

6. REAKTIF TERHADAP AIR

Bereaksi hebat dengan air secara Eksotermik mengeluarkan panas yang besar serta gas yang mudah terbakar / meledak.


Reaksi :

Bahan + Air Produk + H2 + Q

Na, K, Ca

Aluminium Tri Bromida

Sulfur Chlorida

Na + H2O NaOH + ½ H2 + Q


7. REAKTIF DENGAN ASAM

Bereaksi dengan asam secara hebat & eksotermis menghasilkan panas dan gas yang mudah terbakar / meledak.


KCIO4 + H+ K+

KMnO4 + H+ K+


8. GAS BERTEKANAN

Bahaya karena Tekanan Tinggi dan Sifat

Gas : Racun, Korosif, Mudah Terbakar

Acetylene = Mudah Terbakar

Amonia = Beracun

Nitrogen = Aspiksian

Hidrogen = Aspiksian, Mudah Terbakar

Chlor = Beracun, Korosif

Ethylene Oxide = Beracun, Mudah Terbakar

Vinil Chlorida = Beracun, Mudah Terbakar


9. RADIOAKTIF

Memancarkan Sinar Radioaktif Alfa & Gamma yang dapat mempengaruhi Genetik.

Uranium Isotop

Cobalt Strontium

Sinar X Sinar Alfa, Gamma, Beta